Langsung ke konten utama

Kuharap Itu Dirimu

Satu lagi karya @tehjasmin yang tepat mengenai sasaran. Tulisan yang ringan ini sangat menarik untuk dibaca, dan penuh makna tentunya:")



.
Aku selalu bertanya, bolehkah menyimpan nama seseorang dalam doa?

Ketika hati sudah tak mampu menampung beratnya rasa,
Ketika rindu tanpa sadar kian sering sesakkan dada,
Ketika ungkapkan cinta adalah hal yang belum mungkin jadi nyata,
Ketika itulah aku bertanya, bolehkah aku menyimpan nama seseorang dalam doa?

Hai, kamu.
Aku sungguh tak tahu pada siapa harus kusampaikan ini.
Hingga hanya pada-Nya lah aku bisa bebas bercerita di siang maupun malam hari.
Maka, bolehkah aku menyimpan namamu dalam doa?

Sebab, kuharap itu dirimu.
Kau yang kulihat miliki banyak kelebihan.
Bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang kepribadian.
Sehingga bertemu denganmu selalu buatku terpesona.
Bagiku, kau hampir mendekati sempurna.
Salahkah bila aku berharap suatu saat kita kan bersama?

Namun, teori kesempurnaan itu terpatahkan
Tatkala aku disuguhi fakta bahwa kau juga punya sejuta kekurangan.
Sebagian kekurangan itu mungkin bisa kuterima
Tapi sebagiannya lagi, justru membuatku berpikir ulang,
Benarkah aku ingin habiskan hidup bersamamu hingga hari tua?

Lama-lama, aku lelah juga
Memendam rasa yang tak kumengerti ini dengan penuh tanda tanya.

Belum lagi, saat aku menemukan bahwa lelaki lain yang jauh lebih hebat darimu ternyata banyak!
Dan mereka pun miliki kelebihan dan kepribadian yang membuatku menerka,
“Maybe he’s the one!”

Ya, ternyata rasa itu bisa teralihkan
Hingga melupakanmu pun tak lagi mustahil untuk dilakukan.
Entahlah.
Apakah rasa seperti ini memang tak pernah lama bertahan?

Kini, doaku tak lagi dipenuhi namamu.
Aku pasrahkan semua pada-Nya yang memberikan cinta dalam hatiku.
Lagi pula, aku tak pernah tahu apakah kita sungguh-sungguh serasi untuk satu sama lain, bukan?

Alih-alih ‘memesan’ nama, mengapa aku tidak meminta saja diberikan pasangan yang betul-betul cocok denganku, yang ‘kan saling melengkapi, dan yang memiliki segenap kriteria yang kudamba?

Ya, kuharap itu dirimu.
Kamu, lelaki yang membina ikatan suci denganku didasari cinta pada Allah dan Rasul-Nya,
Yang mau bersama-sama mengarungi masa dan belajar tentang kehidupan,
Yang akan membimbing dan mengingatkanku ketika aku terlupa,
Yang menerima segala yang kupunya maupun tidak dan bertekad untuk melengkapinya,
Yang tidak akan pernah berlaku kasar, sebab, hei, ingat, perempuan begitu sensitif bagai Mimosa pudica.

Aku juga ingin itu kamu.
Yang ‘kan berbakti pada orangtuaku sebagaimana pada ibu bapakmu,
Yang mau berusaha untuk menjadi ayah terbaik bagi buah hati kita nanti.

Sungguh, kuharap itu dirimu.
Yang selama ini sabar menjaga diri dari hubungan yang tak semestinya sebelum kita menikah,
Yang ketika bersamamu, surga terasa lebih dekat untuk digapai.

Maka bagaimana aku bisa berkhayal ‘kan dipersatukan dengan lelaki yang menjaga diri, bila kini diriku saja tak menjaga hati?

Sekali lagi, kuharap itu dirimu.
Lelaki shalih yang belum kutahu siapa namamu, pun dimana kita akan bertemu. Namun, kuyakin, kaulah orang terbaik yang Ia pilihkan khusus buatku.

Insyaallah, aku akan memantaskan diri untuk itu.


Ditulis oleh: Firanaini

#Romance
#AskTehJasmine
#HitzdiLangit

___________________
© Teh Jasmine Unpad

Line: @tehjasmine
line.me/ti/p/%40tux5321j
Instagram: @tehjasmineunpad
instagram.com/tehjasmineunpad
Youtube: Teh Jasmine
youtube.com/channel/UCR8TYTYoC0EWjwC0qVIeWlQ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak IPB Exchange ke Jepang Self Funded??? Siapa Takut!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! O genki desuka? Yups, selamat datang di #CeritaNa dan selamat membaca sepenggal kisahku selama di Negeri Sakura ini c: Oke kita mulai dari episode 1 yah, here we go! Setelah kalian tau siapa aku dan bagaimana latar belakangku, sekarang saatnya mengetahui sedikit pengalamanku yang mungkin akan berguna (juga) untuk kalian yang ingin ikut program yang sama atau serupa. Perjalanan dimulai ketika aku melihat instagram @ico_ipb pada 31 Oktober 2018. Saat itu, aku melihat bahwa sedang ada program “Mie University Spring Exchange Scholarhsip 2019” yang dipost oleh @ico_ipb dan setelah menelusuri lebih lanjut bahwa program tersebut TUITION FREE alias GRATIS. Program tersebut juga menyediakan beasiswa sebesar 20.000JPY, meskipun akan ada penyeleksian lebih lanjut oleh pihak universitas. Dengan hanya bermodal smarthphone dan koneksi Wi-Fi yang super kencang di @sekolahbisnisipb, aku mencari informasi tentang lokasi, informasi kampus, dan re...

Mawar di Tepi Jurang

Jadilah mawar berduri di tepi jurang, Jangan jadi mawar berduri di taman.. Mawar berduri di tepi jurang, hanya beberapa orang saja yang berani untuk mendekati dan menggenggamu, Karena jarang yang berani untuk jatuh ke dalam jurang untuk memilikimu.. Sedangkan mawar berduri di taman, sangat mudah untuk dinikmati keindahannya. Menjadi objek setiap orang yang berkunjung. Dan dengan mudah orng memetik mawar berduri di taman :* Jadilah mawar berduri di tepi jurang~ -Naila S, ESL52- --- Tak butuh waktu lama untuk saling mengerti dan memahami, kisah ini berawal dari sebuah percakapan yang mengalir untuk membunuh waktu. Tingkat satu masa kuliah ku, kuhabiskan waktu bersamanya. Tidak banyak memang, tapi cukup. hingga ia bisa menuliskan sebuah puisi untukku dihari ulangtahun ku yang ke sembilanbelas. Terima kasih Nay! Hingga kini, arti dari puisi ini belum juga kutemui. Apakah aku yang menjadi mawar, atau harapanmu agar aku menjadi mawar. Dan kenapa harus mawar?

Ketika Lelaki Jatuh Cinta

Salah satu tulisan menarik bagiku, tiap untaian kata penuh dengan makna. Aku adalah seorang pendosa, yang tak jarang menyakiti hati seorang hamba yang kodratnya sungguh mulia. Hingga entah kenapa, hati nurani ini berteriak. Seolah mengatakan bahwa diri ini telah terbawa nafsu, namun masih juga menyangkalnya dengan berbagai untaian doa. Dear para wanita, sosok yang sesungguhnya begitu dimuliakan oleh Tuhan. Kami, kaum lelaki punya sedikit rahasia tentang perasaan kami saat sedang jatuh cinta. Pertama, sulit tidur. Kedua, diam-diam memperhatikan. Ketiga, salah tingkah. Keempat, beralih profesi menjadi penggali timeline akun sosial mediamu yang ada. Dan kelima, sering memikirkanmu. Walau sebenarnya banyak, rasanya tak perlu dijabarkan satu-satu. Toh kami pun tidak ingin menurunkan harga diri kami sebagai kaum lelaki. Taukah engkau, wahai wanita? Saat lelaki jatuh cinta, maka lelaki yang baik tidak akan rela mengajak dirimu ke dalam hubungan tanpa kepastian. Saat l...